Jumat, 29 Maret 2013

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

SECTION I : DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGI
Sistem informasi (SI) dipandang bukan sekedar sebagai pendukung bagi operasi bisnis yang efisien dan pengambilan keputusan bisnis yang efektif. Teknologi informasi dapat mengubah cara persaingan dalam bisnis. Oleh karenanya SI memiliki peran strategis dalam menentukan strategi bersaing untuk membentuk keunggulan kompetitif, mengurangi faktor-faktor yang mereduksi keunggulan kompetitif, dan mencapai tujuan-tujuan strategis lain perusahaan dalam lingkungan bisnis yang dinamis sekarang ini.
Perusahaan hanya akan bertahan sukses dalam jangka panjang apabila berhasil membangun strategi untuk menghadapi 5 tekanan persaingan (competitive forces) yaitu:
persaingan dengan kompetitor yang sudah ada dalam industri
ancaman masuknya pendatang barang ke dalam industri
ancaman produk pengganti
posisi tawar (bargaining power) konsumen
posisi tawar (bargaining power) pemasok

Strategi dasar untuk menghadapi tekanan persaingan tersebut adalah:
Strategi Cost Leadership, dengan cara:
a. Menjadi Produsen dengan biaya rendah
b. Membantu pemasok dan kosumen mengurangi biaya
c. Meningkatkan biaya (cost) yang dikeluarkan kompetitor
Strategi Differensiasi, dengan cara:
a. Mengembangkan cara men-diferensiasi produk perusahaan dari kompetitor
b. Dapat memfokuskan pada ceruk pasar (niche of market) atau segmen tertentu
Strategi Inovasi
Menemukan cara baru dalam berbisnis, dengan:
· Produk atau jasa yang unik
· Pasar yang unik
· Perubahan radikal pada proses bisnis untuk mengubah struktur fundamental industri, sebagai contoh adalah Amazon menggunakan jasa sistem online secara penuh
Strategi Pertumbuhan, dengan cara:
a. Ekspansi kapasitas produksi
b. Ekspansi ke pasar global
c. Diversikasi produk atau jasa baru
Sebagai contoh adalah Wal-Mart menggunakan global satellite tracking untuk pemesanan barang
Strategi Aliansi
Membangun ikatan dan aliansi dengan konsumen, pemasok, kompetitor, konsultan dan perusahaan lain misalnya dengan merger, akuisisi, KSO (joint ventures), perusahaan maya
Contoh: Wal-Mart memakai otomasi pengisian persediaan oleh pemasok secara otomatis

Penggunaan Teknologi Informasi dalam strategi dasar
Sumber: Introduction to Information System, O’brien/Marakas

Strategi Bersaing Lainnya
Strategi lain disamping strategi dasar yang dapat diterapkan adalah:
1. Lock in customers and suppliers, mengunci konsumen dan pemasok yang juga mengunci masuknya kompetitor. Hal ini dilakukan dengan cara menciptakan hubungan baru yang sangat bernilai, yang akan mencegah berpindah ke kompetitor. SI yang digunakan menimbulkan switching costs jika berpindah ke kompetitor. Konsumen dan pemasok dibuat tergantung pada SI yang iovatif.
Barriers to entry, TI yang memperbaiki operasi dan meningkatkan inovasi menciptakan penghalang bagi kompetitor. Sehingga kompetitor akan enggan untuk masuk ke pasar atau mengharuskan investasi yang besar dalam TI untuk mampu bersaing.

Membangun bisnis dengan customer-focused
Perusahaan yang dapat membangun bisnis yang berfokus pada customer adalah bagaimana dia dapat :
– Mempertahankan agar customers loyal
– Dapat mengantsisipasi kebutuhan masa yang kan datang
– Mampu merespon kekhawatiran customer
– Menyediakan pelayanan yang berkualitas tinggi kepada customer
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai fokus pada customer value, mengakui bahwa kualitas adalah segala-galanya bukan pada harga. Perusahaan yang secara konsisten mampu menyediakan kualitas yang terbaik akan memberikan competitive value bagi customernya.
Bagaimana perusahaan agar dapat menyediakan customer value :
• Mampu menelusuri preferensi dari pelanggan
• Mengikuti trend pasar
• Dapat menyediakan produk dan service kapan saja dan dimana saja;
• Mampun menyediakan pelayanan kepada customer sesuai dengan yang diinginkan
• Memanfaatkan Customer Relationship Management (CRM) systems untuk dapat focus kepada customer

Value Chain dan Strategi Information System
Salah satu teori yang dikembangkan oleh Michael Porter adalah teori value chain. Teori ini menggambarkan bahwa sebuah perusahaan adalah suatu rangkaian bentuk aktivitas dasar yang mempunyai fungsi menambah value bagi produk dan jasa yang dihasilkan. Akitivitas yang dilakukan oleh perusahaan terdiri dari
– Primary processes, yaitu suatu aktivitas proses yang berhubungan langsung dengan proses manufaktur atau penyediaan produk.
– Support processes, yaitu aktivitas proses yang dari waktu ke waktu memberikan dukungan terhadap perusahaan dan secara tidak langsung memberikan kontribusi kepada produk dan jasa yang dihasilkan.
Konsep value chain digambarkan sebagai berikut :


Dengan mengaplikasikan value chain dalam maka perusahaan dapat ikut serta dalam strategi kompetitif untuk memberikan nilai yang terbaik pada produk atau jasa yang dihasilkan.

SECTION II : PENGGUNAAN TI UNTUK KEUNGGULAN STRATEGIS
Banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam penggunaan teknologi informasi. Banyak perusahaan memanfaatkan teknologi informasi sebagai keunggulan kompeititif yang membedakan dengan perusahaan lainnya dalam satu pasar.

Salah satu dari implementasi yang sangat penting dari strategi kompetitif adalah bussiness process reenginerring (BPR), yaitu suatu proses melakukan pemikiran ulang yang mendasar dan desain kembali secara radikal dalam proses bisnis untuk menghasilkan perubahan yang luar biasa pada cost, kecepatan, kualitas dan pelayanan. Apabila implementasi dari BPR ini berhasil maka yang akan didapat adalah sesuatu yang luar bisa pula, namun apabila sebaliknya maka akan mengandung resiko kegagalan yang berakibat pada cost yang besar pula.


BPR berbeda dengan business improvement, perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel di atas.
Teknologi informasi mempunyai peranan yang sangat besar dalam reenginerring perusahaan. Kecepatan, kapabilitas proses informasi dan koneksivitas dengan komputer dan teknologi internet dapat menjadi unsur untuk meningkatkan efisisensi proses bisnis seperti halnya komunikasi dan kolaborasi dari pihak-pihak yang bertanggungjawab dari operasionalisasi perusahaan.



Menjadi perusahaan yang tangkas/gesit (agile)
Agility dalam sebuah kinerja bisnis dapat diartikan sebagai keberhasilan perusahaan dalam mengahadapi perubahan yang sangat cepat, dan pasar global yang semakin terpisah pisah sesuai dengan tuntutan akan kualitas tinggi, kinerja baik dan semakin personal sesuai keinginan konsumen
Agile Company memperoleh penghasilan dengan strategi nemtang produk yang lebar, daur hidup produk yang pendek, dan melakukan mass customization dengan cara memproduksi barang dengan jenis sedikit, namn dalam jumlah yang banyak.
Perusahaan amat bergantung dengan teknologi internet untuk mengintegrasikan dan mengatur proses bisnis dalam menyediakan kekuatan pengolahan data massal konsumen selayaknya data individu
Untuk mewujudkan Agile company,ada 4 strategy dasar yang harus dilaksanakan:
· Konsumen harus mengetahui bahwa produk perusahaan adalah solusi individu atas maalah yang dihadapi, sehingga harga produk dapat ditetapkan dengan basis nilai (value) sebagai sebuah solusi, dibandingkan dengan harga produksi semata
· Bekerjasama dengan konsumen, suplier dan kompetitor agar dapat menyediakan produk di pasar dengan segera dan biaya seefektif mungkin
· Mengatur perusahaan sehingga dapat berkembang pesat dalam keadaanyang selalu berubah dan diliputi ketidakpastian. Cara yang dilakukan dengan menerapkan struktur organisasi fleksibel yang mengacu pada kesempatan di pasar
· Melipatgandakan dampak dari sdm dan pengetahuan yang dimiliki

Menciptakan perusahaan virtual (VC-Virtual Company)
VC adalah perusahaan yang menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan manusia, organisasi, aset dan gagasan/pikiran.
VC menciptakan jaringan informasi melaui jaringan internet, intranet dan ekstranet. Juga menciptakan Interenterprise information systems dengan pemasok, konsumen, subkontraktor dan supplier.
Strategi VC
A company facing a new market opportunity might not have the time or resources to develop the manufacturing and distribution infrastructures, the competencies or the IT needed. By forming a virtual company with an alliance with others it can quickly provide the solution needed
Starategi yang diterapkan:
· Berbagi infrastruktur dan resiko dengan persekutuan
· Menghubungkan kompetensi inti yang saling berhubungan
· Meningkatkan efisiensi waktu & kas melalui sharing
· Meningkatkan fasilitas dan cakupan pasar
· Memperoleh akses kepada pasar baru dan share market atau loyalitas konsumen
· Beralih dari sekedar menjual produk menjadi menjual solusi

Membangun Knowledge Creating Company
Untuk memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, perusahaan harus menjadi Knowledge Creating Companies / learning organization.
Karakteristik :
Secara konsisten menciptakan new business knowledge
Menyebarkannya keseluruh bagian perusahaan
Mengaplikasikan pengetahuan tersebut kedalam produk atau jasa yang dihasilkan.
Ada 2 macam knowledge yang dikembangkan perusahaan:
Explicit knowledge: data, dokumen, dan seluruh hal yang tertulis atau yang tersimpan didalam komputer
Tacit knowledge: “how-to” knowledge yang ada dalam pikiran masing masing pekerja
Tacit Knowledge seringkali menggambarkan informasi terpenting dari sebuah organisasi, namun tidak tercatat secara tertulis tetapi berada didalam akal/pikiran masing masing karyawan. Learning organization menciptakan system yang memungkinkan Tacit knowledge dapat diakses seluruh karyawan.
Dari diagram diatas, dijelaskan bahwa knowledge management yang sukses, menciptakan teknik, teknologi, sistem dan reward/insentif yang mendorong karyawan untuk membagikan pengetahuan yang dimiliki sehingga secara akumulasi meningkatkan workplace and enterprise knowledge. Perusahaan membangun Knowledge Management System (KMS) untuk mengelola pembelajaran organisasi dan bisnis. Tujuan dari KMS: Menciptakan sistem yang memfasilitasi karyawan untuk menciptakan, mengelola secara sistematis dan membuat knowledge tersedia kapanpun dan dimanapun dibutuhkan didalam organisasi. Dalam informasi ini termasuk proses, prosedur, paten, referensi kerja, dan formula, best practise, peramalan dan kepastian. KMS didesain untuk menyediakan imbal balik/feedback secara cepat kepada karyawan, mendorong perubahan perilaku, dan perubahan kinerja bisnis secara signifikan. Knowledge yang ada akan diimplementasikan dalam proses bisnis, produk dan jasa yang dihasilkan. Integrasi ini menjadikan perusahaan menjadi lebih innoovative dan agile dalam menyediakan produk dan layanan pelanggan berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar